Dawai

Ketika Anda memainkan gitar di bagian depan (dekat leher gitar), pasti bunyinya nyaring. Itu artinya, semakin pendek jaraknya, frekuensinya semakin tinggi (berbanding terbalik). Begitu pula dengan massa jenis, dan luas permukaan senarnya.Yang dimaksud dengan luas permukaan senar di sini penampang dari senar / dawai dan tentu kecil sekali kan penampangnya? Artinya, semakin kecil luas permukaannya maka frekuensinya besar. Adapun variabel yang berbanding lurus terhadap frekuensi adalah gaya.

Gambar 3. Orang bermain gitar

Coba Anda kamu memetik gitar dengan lebih kencang, pasti suaranya lebih nyaring. Bandingkan dengan petikan yang lembut dan pelan, pasti bunyi yang keluar akan lebih rendah.

Gitar merupakan alat musik yang menggunakan dawai sebagai sumber bunyinya. Gitar dapat menghasilkan nadanada yang berbeda dengan jalan menekan bagian tertentu pada senar itu saat dipetik. Nada yang dihasilkan dengan pola paling sederhana disebut nada dasar, kemudian secara berturutturut pola gelombang yang terbentuk menghasilkan nada atas ke 1, nada atas ke 2, nada atas ke 3 dan seterusnya. Baca dengan baik uraian tentang nadanada pada dawai.

Nada Dasar terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1/2 gelombang seperti pada gambar.

Tali dengan panjang L membentuk ½ λ Sehingga : L = ½ λ maka λ = 2L Maka frekuensi nada dasar adalah,

Gambar 4. Nada dasar dawai

Nada Atas ke 1

Gambar 5. Nada atas ke 1 dawai

Nada atas ke 1 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 gelombang.Tali dengan panjang L membentuk 1 λ .

L = 1 λ maka λ = L

Frekuensi nada atas ke 1 adalah,

Nada Atas ke 2

Nada atas ke 2 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 ½ gelombang.Tali dengan panjang L membentuk 1 ½ λ atau 3/2 λ

L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L

Gambar 6. Nada atas ke 1 dawai

Frekuensi nada atas ke 2 adalah,

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n

Frekuensifrekuensi dan seterusnya disebut frekuensi alami atau frekuensi resonansi.

Perbandingan frekuensiferkuensi di atas, yaitu

Pipa Organa

Adapun sumber bunyi yang menggunakan kolom udara sebagai sumber getarnya disebut juga pipa organa contohnya pada seruling, terompet, atau piano .Pipa organa dibagi menjadi pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.

Gambar 7. Seruling dan terompet contoh pipa organa

a. Pipa organa terbuka

Nada dasar

Gambar 8. Nada dasar pipa organa terbuka

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/2 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada dasar

L = ½ λ maka λ = 2L

sehingga persamaan frekuensi nada dasar untuk pipa organa terbuka

Nada atas ke 1

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1

Gambar 9. Nada atas 1 pipaorgana terbuka

Pipa organa dengan panjang L, dimana L = 1 λ maka λ = LFrekuensi nada atas ke 1 adalah

Nada atas ke 2

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/2 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 2.

Gambar 10.Nada atas ke 2 pipa organa terbuka

Pipa organa dengan panjang L, dimana L = 3/2 λ maka λ = 2/3 LPersamaan nada atas ke 2 yaitu

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n pada pipa organa terbuka dapat ditentukan dengan rumus

b. Pipa organa tertutup

Nada dasar

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/4 gelombang, maka nada yang dihasilkannya disebut nada dasar

Gambar 11. Nada dasar pipa organa tertutup

L = ¼ λ maka λ = 4L

Persamaan pipa organa tertutup untuk nada dasar adalah

Nada atas ke 1

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/4 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1

Gambar 12. Nada atas ke 1 pipa organa tertutup

L = ¾ λ maka λ = 4/3

Persamaan pipa organa tertutup untuk nada atas ke 1 adalah

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n pada pipa organa tertutup dapat ditentukan dengan rumus:

Perbandingan frekuensi nadanada yang dihasilkan oleh sumber bunyi berupa pipa organa tertutup dengan frekuensi nada dasarnya